Kepala Bappeda Sumbawa, Ir Iskandar D. M.Ec. Dev
Manuver yang dilakukan fraksi dari Koalisi Merah Putih (KMP) dengan memboikot pembahasan APBD 2015 bakal mengancam pembangunan daerah. Ketika ini terus dilakukan KMP maka Perda APBD 2015 tidak akan pernah ditetapkan, dan pemanfaatan anggaran bagi pembangunan daerah tidak akan optimal. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumbawa, Ir Iskandar M.Ec.Dev saat dimintai komentarnya soal kembali deadlocknya pembahasan APBD 2015, Senin (8/12).
Menurut Ande—akrab pejabat ramah ini disapa, anggaran Tahun 2015 lebih besar dari anggaran tahun 2014 lalu. Ketika Perda APBD 2015 gagal ditetapkan karena aksi boikot yang terus-menerus, maka penggunaan anggaran diberikan batas setinggi-tingginya angka APBD tahun lalu. Tentu program pembangunan yang sudah direncanakan dengan jumlah anggaran Tahun 2015 tidak akan teralokasikan secara maksimal. “Misalnya APBD 2014 100 juta sedangkan APBD 2015 150 juta. Ketika APBD 2015 tidak diperdakan kita akan memanfaatkan anggaran tidak boleh lebih dari 100 juta, sehingga sisanya 50 juta tidak dapat dimaksimalkan untuk kepentingan pembangunan,” jelas Ande memberi contoh.



